Intan Permata

intan

intan

Kemilau Pancaran Setiap Sudut Batu Intan.

Intan merupakan batu permata yang paling berharga diantara batu-batu permata lain, sebab intan memiliki banyak kelebihan dan keunikan yang tidak ditemukan di batu permata yang lainnya. Dalam bahasa Inggris intan permata disebut sebagai diamond yang berasal dari bahasa Yunani adamas, yang artinya kuat atau sulit untuk rapuh.

Intan merupakan salah satu dari alotrop unsur karbon, dimana atom-atom karbon membentuk suatu yang network tetrahedral, sehingga mereka membentuk suatu struktur kristal. Atom-atom karbon pada intan yang membentuk network tetrahedral tersebut terikat dengan ikatan kovalen yang kuat sehingga intan memiliki sifat fisik yang superlatif. Intan memiliki kepadatan yang sangat tinggi dibandingkan dengan batu permata yang lainnya, dimana kepadatannya adalah 1600 skala Mosh. Lebih dari itu Intan memiliki konduktifitas termal yang tinggi, dengan kata lain intan adalah pengantar suhu yang sangat baik.

Intan memiliki sifat optis yang mengagumkan, karena struktur kristal yang sangat rigid, intan hanya bias terkontaminasi oleh kontaminan-kontaminan tertentu seperti boron dan nitrogen. Oleh karena itu, sinar UV bisa dapat menembus dengan lurus tanpa terbias sehingga warna intan pun sangat bening.  Namun warna intan bisa divariasikan dengan cara menambahkan zat kontaminan ke permukaan.

Sifat-sifat fisik tersebutlah yang membuat sebuah batu permata intan yang sangat berharga.

Fakta unik mengenai intan yang lain adalah, bahwa intan bisa jadi material tertua yang ada di permukaan bumi. Intan dapat ditemukan didalam bebatuan yang umurnya sekitar 50 hingga 1600 juta tahun, intan sendiri memiliki umur sekitar 3,3 miliar tahun. Ketidaksesuaian umur dari bebatuan dan intan mungkin disebabkan oleh magma vulkanik yang menyelimuti intan-intan yang ada di permukaan bumi, sehingga magma vulkanik mengeras dan menjadi bebatuan yang membungkus intan-intan di permukaan bumi.

Pada awal-awal tahun 1950-an, ditemukannya suatu metode atau proses untuk mensintesis intan oleh Tracy Hall, yaitu Sintesis Tekanan Tinggi dan Suhu Tinggi “High Pressure, High Temperature Synthesis (HPHTS)”.  Sintesis intan dengan metode ini menggunakan bahan dasar grafit, yakni suatu alotrop karbon lainnya yang biasa digunakan sebagai batu pada pensil. Grafit dimasukan ke dalam suatu dongkrak hidrolik yang sangat besar dengan suhu mencapai 3000 0C dan tekanan mencapai 3,5 GPa. Dongkrak yang berisi grafit diproses pula dengan bantuan suatu medium yaitu pelarut logam lelehan seperti besi, nikel dan kobal, dimana lelehan tersebut bertindak sebagai solvent-catalyst atau katalis-pelarut.

Secara kimiawi, intan memiliki sifat inert dengan asam atau basa, dalam suhu kamar. Namun intan mampu dioksidasi dengan beberapa oksidator, dalam suhu 1000 0C.

Secara eksperimental termodinamika, ditemukan bahwa intan kurang stabil dibandingkan dengan grafit. Meskipun secara termodinamika, intan memiliki harga entropi yang lebih kecil dibandingkan grafit, dimana hal ini mengindikasikan bahwa struktur intan lebih teratur daripada grafit, akan tetapi harga energi Gibbs dari intan lebih kecil daripada grafit. Energi Gibbs yang lebih kecil mengindikasikan bahwa suatu zat akan lebih spontan untuk bereaksi apabila ditambahkan dengan suatu reagen.

Pada era seperti sekarang, intan merupakan investasi yang sangat besar untuk industri perhiasan. Intan karena keunikan sifat-sifat yang dibahas pada artikel ini mampu memikat para konsumen untuk mendapatkan intan sebagai perhiasannya. Akibatnya, permintaan akan intan di dunia bisnis sangat tinggi dan akhirnya intan menjadi suatu perhiasaan yang sangat mahal dan sangat sulit untuk didapatkan.

Original Content By : Nagins Jewelry

2 Comments

  1. yudi fajar September 30, 2014 Reply

    apa yg dimaksut dgn batu buatan chatam

  2. Nagins Jewelry November 10, 2014 Reply

    Chatam “catam” Adalah jenis batu hasil reproses “daur ulang”

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*